Cirebon- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Bagja College Cirebon. Pada tahun 2026, sebanyak 12 siswa berhasil menembus Universitas Indonesia (UI). melalui berbagai jalur seleksi, yaitu Talent Scouting dan SNBT-UTBK. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan panjang, proses belajar yang intensif, serta ketekunan para siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Daftar Murid BAGJA COLLEGE Yang Lolos Universitas Indonesia Tahun 2026


Jalur Talent Scouting
Melalui jalur Talent Scouting, tiga murid berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia
- Galang Sakha Adinata A.
- Fakultas Teknik
- Teknik Industri
- Kaisar Kiano Rafisukmawan
- Fakultas Kedokteran Gigi
- Program Pendidikan Kedokteran Gigi
- Davina Najwa Pramanata
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Ilmu Hubungan Internasional
Prestasi Gemilang Melalui Jalur SNBT-UTBK
Selain jalur Talent Scouting, sembilan murid berhasil diterima melalui Jalur SNBT-UTBK, salah satu seleksi yang dikenal kompetitif karena diikuti oleh peserta seluruh Indonesia
- KGS. Asyrafa Fattan Halim
- Fakultas Kedokteran
- Kedokteran
- Muhammad Abiyyu Ziaulhaq
- Fakultas Kedokteran
- Kedokteran
- Ratu Kiren Revanka
- Fakultas Kedokteran
- Kedokteran
- Vincent Kristian Waluyo
- Fakultas Kedokteran
- Kedokteran
- Zahra Hisbia
- Fakultas Kedokteran
- Kedokteran
- Talitha Mumtaaz
- Fakultas Kedokteran
- Kedokteran
- Ali Akmal
- Fakulas Teknik
- Teknik Perkapalan
- Muhammad Iffat
- Fakultas Teknik
- Teknik Industri
- Abdul Aziz Ar Roisi
- Fakultas Kesehatan Masyarakat
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keberhasilan sembilan murid ini menunjukkan kemampuan akademik yang luar biasa serta kesiapan mereka menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi yang kompetitif.
Perjuangan Siswa Bagja College Untuk Masuk Universitas Indonesia
Perjalanan menuju Universitas Indonesia tidaklah mudah. Para siswa Bagja College menjalani berbagai rangkaian program pembelajaran yang dirancang untuk membangun kemampuan akademik, kedisiplinan, daya juang, serta kesiapan menghadapi berbagai bentuk soal seleksi perguruan tinggi.
Salah satu program utama yang menjadi bagian dari perjuangan tersebut adalah Supercamp, yaitu program karantina intensif selama dua minggu yang dilaksanakan di sebuah villa di Kuningan, Jawa Barat. Selama mengikuti Supercamp, para siswa menjalani kegiatan belajar yang sangat padat, dimulai sejak pukul 08.00 hingga 23.00 WIB. Waktu yang panjang tersebut dimanfaatkan untuk mengikuti pembelajaran, memahami konsep, mengerjakan latihan soal, membahas kesalahan, serta melakukan evaluasi kemampuan secara berkala.
Supercamp bukan hanya tentang belajar dalam waktu yang panjang, tetapi juga menjadi proses pembentukan mental dan kedisiplinan. Tinggal bersama dalam satu lingkungan belajar membuat para siswa saling memberikan motivasi. Ketika rasa lelah mulai muncul, semangat teman-teman dan pendamping menjadi salah satu kekuatan untuk kembali fokus mengejar target.
Setelah menyelesaikan program Supercamp, perjuangan dilanjutkan melalui Fokus Intensif, yaitu program pembelajaran yang berlangsung selama empat minggu di Bagja College, Jalan Pembangunan, Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dengan waktu belajar intensif mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Dalam Fokus Intensif, siswa mendapatkan kesempatan untuk memperdalam materi, mengerjakan berbagai tipe soal, mengikuti pembahasan secara intensif, serta mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan masing-masing. Setiap soal yang dikerjakan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa dalam menghadapi seleksi perguruan tinggi.
Namun, perjuangan tidak berhenti ketika kegiatan pembelajaran di kelas selesai. Di luar jadwal resmi, para siswa juga menjalani belajar mandiri, baik secara individu maupun berkelompok. Mereka mengerjakan soal-soal secara mandiri, berdiskusi dengan teman, membahas soal yang sulit, serta mengulang materi yang belum dikuasai.
Tidak sedikit dari mereka yang masih melanjutkan belajar hingga pukul 23.00 WIB, bahkan ada yang tetap berjuang mengerjakan soal hingga pukul 02.00 dini hari. Jam belajar tersebut bukan sekadar menunjukkan lamanya waktu yang dihabiskan untuk belajar, tetapi menjadi gambaran tentang seberapa besar keinginan mereka untuk meraih kampus yang selama ini diimpikan.
Supercamp, Fokus Intensif, dan belajar mandiri menjadi rangkaian perjalanan yang saling melengkapi. Dari belajar bersama di villa Kuningan, belajar intensif di Bagja College, hingga perjuangan mengerjakan soal secara mandiri di luar jam pembelajaran, semuanya menjadi bagian dari proses panjang menuju Universitas Indonesia.
Pada akhirnya, kerja keras tersebut membuahkan hasil. Sebanyak 12 siswa Bagja College Cirebon berhasil menembus Universitas Indonesia pada tahun 2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa sebuah impian membutuhkan proses, konsistensi, disiplin, dan keberanian untuk terus berjuang meskipun menghadapi rasa lelah dan berbagai tantangan.
Keberhasilan 12 siswa tersebut bukan hanya tentang diterimanya mereka di Universitas Indonesia. Lebih dari itu, perjalanan mereka menjadi cerita tentang bagaimana sebuah mimpi diperjuangkan setiap hari, melalui jam belajar yang panjang, latihan soal yang tidak terhitung, rasa lelah yang harus dilawan, serta dukungan dari teman, guru, dan keluarga.
Selamat kepada 12 siswa Bagja College Cirebon yang berhasil menembus Universitas Indonesia 2026.
Perjuangan panjang telah terbayarkan.
Dari Cirebon, menuju Universitas Indonesia.
Bagja College — Learn With Heart.